Rabu, 25 September 2013

SETTING KONFIGURASI PC ROUTER DAN PROXY SERVER DEBIAN 5

Sedikit penjelasan untuk materi kali ini
PC Router adalah sebuah PC (Komputer) yang di alih fungsikan menjadi jembatan sebuah jaringan, yang cara kerjanya tidak jauh berbeda dengan router seperti biasanya. Namun dengan menggunakan pc router kita bisa menambahkan banyak konfigurasi dan penambahan – penambahan fitur sebagai server. Salah satu nya adalah menambahkan setting Proxy server pada sebuah pc router.

Proxy server adalah salah satu jenis server dalam Linux Debian 5 yang dapat di terapkan pada pc router dan bekerja pada sebuah jaringan. Proxy server adalah sebuah server yang berfungsi untuk memberikan pembatasan/pemblokiran hak akses komputer client pada koneksi ke internet berupa keyword atau url sebuah situs di internet.


>>Konfigurasi PC Router

Pastikan bahwa computer yang akan menjadi PC Router mempunyai dua buah Lan Card.
Lan card 1 kita gunakan untuk koneksi ke Internet
Lan card 2 kita gunakan untuk terkoneksi ke jaringan local.

Login sebagai root

Masukan perintah berikut :


# nano /etc/network/interfaces (Enter)

Kemudian masukan konfigurasi di bawah ini :

            #The primary network interface
            allow-hotplug eth0
            iface eth0 inet static
                        address 192.168.3.11
                        netmask 255.255.255.0
                        network 192.168.3.0
                        broadcast 192.168.3.255
                        gateway 192.168.3.1

            allow-hotplug eth1
            iface eth1 inet static
                        address 192.168.10.1
                        netmask 255.255.255.0
                        network 192.168.10.0
                        broadcast 192.168.10.255

Setelah itu simpan konfigurasi tersebut dengan perintah :
Ctrl + O  (Enter)
Ctrl + X  (Enter)



Selanjutnya restart jaringan debian, masukan  peintah :


# /etc/init.d/networking restart (Enter)

Cek hasil konfigurasi dengan perintah :

# ifconfig (Enter)

Jika eth0 dan eth1 belum juga muncul pada hasil checking, kita harus melakukan perintah up pada masing – masing eth..

# ifup eth0 (Enter)

# ifup eth1 (Enter)

Lalu cek kembali hasilnya

# ifconfig (Enter)

Jika Eth0 dan Eth1 telah muncul kita bisa lanjut ke konfigurasi berikutnya.

Berikutnya kita akan setting DNS, kali ini kita gunakan DNS Google

# nano /etc/resolv.conf (Enter)

Masukan konfigurasi berikut ini :
          
            nameserver 8.8.8.8
            nameserver 8.8.4.4

Simpan konfigurasi diatas
Ctrl + O (Enter)
Ctrl + X (Enter)

Restart kembali jaringan debian

# /etc/init.d/networking restart (Enter)

# ifup eth0 (Enter)

# ifup eth1 (Enter)

Kita aktifkan ipforward ke computer client, caranya :

# nano /etc/sysctl.conf (Enter)

Cari baris berikut
#net.ipv4.ip_forward=1

Lalu hilangkan tanda pagar, sehingga menjadi
net.ipv4.ip_forward=1


Jangan lupa simpan
Ctrl + O (Enter)
Ctrl + X (Enter)

Setelah kita aktifkan, kita akan masukan konfigurasi ipforward, dengan perintah :

# echo 1 > /proc/sys/net/ipv4/ip_forward (Enter)

Lalu cek hasil ip_forward yang kita masukan,  Cara cek dengan perintah :

# cat /proc/sys/net/ipv4/ip_forward (Enter)

jika hasilnya 1 berarti sukses.

Kemudian masukan konfigurasi IPTABLES untuk setting ketentuan ip ROUTER. Masukan perintah :

# iptables –t nat –A POSTROUTING –o eth0 –j MASQUERADE (Enter)

Lalu simpan dengan perintah :

# iptables-save  (Enter)


Dengan begitu PC ROUTER anda sudah siap untuk di gunakan sebagai router sebuah jaringan local. Namun konfigurasi IPTABLES di atas akan hilang saat computer anda restart ulang.
Jadi.. untuk mencegah hilangnya konfigurasi tersebut, kita harus menyimpan konfigurasi tersebut, sehingga akan di load secara otomatis oleh computer saat hidup. Caranya adalah sebagai berikut :

# nano /etc/rc.local  (Enter)

Masukan konfigurasi berikut di atas baris “Exit 0”

            echo 1 > /proc/sys/net/ipv4/ip_forward
            iptables –t nat –A POSTROUTING –o eth0 –j MASQUERADE

lalu simpan
Ctrl + O (Enter)
Ctrl + X (Enter)


Setelah itu reboot computer anda

# init 6 (Enter)



Setelah kita punya PC ROUTER dengan  Linux debian, selanjutnya kita akan melakukan konfigurasi ip di computer client dengan sistemoperasi Windows

Ip address      : 192.168.10.2 ( disesuaikan dengan eth1 debian)
Netmask         : 255.255.255.0
Gateway         : 192.168.10.1 (ip eth1 debian merupakan gerbang ke internet)
DNS                : 192.168.3.1 (ip internet sekolah kita, yang akan menerjemahkan sinyal internet)


Setelah itu cek koneksi internet pada windows, jika sudah terkoneksi maka PC Router tidak punya masalah lagi. Kita bias langsung melakukan konfigurasi Proxy server.

Kembali ke computer debian, login sebagai root.

Install paket Squid untuk instalasi Proxy server, masukan perintah :

# apt-get install squid (Enter)

Setelah paket squid terinstall dengan sempurna, kita lakukan konfigurasi pada file Squid.conf

# nano /etc/squid/squid.conf (Enter)

Cari baris berikut ini :

            http_port 3128 tambahkan menjadi http_port 3128 transparent

Cari beris berikut :

            # cache_mem 8 mb hilangkan tanda (#) lalu ganti 8 mb menjadi 32 mb, sehingga menjadi baris
            cache_mem 32 mb

Cari baris berikut :

            # cache_dir ufs /var/spool/squid 100 16 256  hilangkan tanda (#) lalu ganti 100 menjadi 1000
            cache_dir ufs /var/spool/squid 1000 16 256

Cari baris berikut :

            # cache_mgr webmaster  hilangkan tanda (#),  ganti menjadi :
             Cache_mgr muhammad.javad@yadika.sch.id

Cari baris berikut :

            # TAG: visible_hostname
Ketikan dibawah #Default
          
            Visible_hostname www.yadika.sch.id



 Simpan konfigurasi diatas
Ctrl + O (Enter)
Ctrl + X (Enter)

Berikutnya kita akan membuat file blokir untuk mentimpan daftar site yang kita blok

# nano /etc/squid/blokir.txt (Enter)

Masukan url website yang akan di blokir :

            www.facebook.com
            www.youtube.com

Simpan konfigurasi di atas :
Ctrl + O (Enter)
Ctrl + X (Enter)


Selanjutnya masuk kembali ke konfigurasi squid.conf

# nano /etc/squid/squid.conf (Enter)

Cari baris berikut :

            Acl all src all
            Acl manager proto cache_object
            Acl localhost src 127.0.0.1/32
            Acl to_localhost dst 127.0.0.0/8

Kemudian tambahkan konfigurasi berikut ini di bawah baris tersebut :

            Acl lan src 192.168.3.0/24
            Acl blokir url_regex “/etc/squid/blokir.txt”

Cari baris berikut :

            http_access allow manager localhost

Lalu tambahkan baris berikut di atas baris tersebut :

            http_access deny blokir
            http_access allow all

Simpan konfigurasi diatas :
Ctrl + O (Enter)
Ctrl + X (Enter)




Terakhir, sekarang kita akan membuat jembatan proxy ke jaringan local

# nano /etc/rc.local (Enter)

Tambahkan baris berikut sebelum Exit 0

            iptables –t nat –A POSTROUTING –o eth1 –p tcp –dport 80 –j REDIRECT –to-ports 3128

Lalu simpan konfigurasinya
Ctrl + O (Enter)
Ctrl + X (Enter)

Berikutnya kita akan checking hasil konfigurasi untuk squid

# squid –k reconfigure (Enter)

Bila tidak ada notice berarti konfigurasi telah sukses dan bisa di cek di computer client.

Restart computer anda

# init 6 (Enter)
Read More ->>

Senin, 26 Agustus 2013

CARA INSTALL DEBIAN 5.0



1. Installer boot menu, pilih Install lalu tekan enter.
Install Debian
2. Bahasa yang digunakan, pilih Bahasa Inggris alias English.
Pilih Bahasa

3. Pilih negara, karena kita tinggal di Indonesia pilih Indonesia. 
Pilih Negara
Pilih Negara
Pilih Negara
4. Keyboard layout, pilih American English.
Keyboard Layout
5. Karena kita nantinya akan me-nyetting jaringan pada Debian, pilih No. Bila pilih Yes, kita akan memakai setting-an jaringan secara default.
Default Route
Kemudian pilih Do not configure the network at this time.
Default Route
6. Ketik Hostname yang kita inginkan. 
Hostname
7. Konfigurasi jam pilih.. Jakarta.
Konfigurasi jam
8. Partitioning method, pilih Guided – the entire disk. 
Partitioning method
Kemudian.. enter.
Partitoning Method
9. Partitioning scheme, pilih All files in one partition (recommended for new user).
Partitioning scheme
Finish partitioning and write changes to disk, tekan enter.
Finish partitioning
Write changes to disk, pilih yes.
Write change to disk
10. Proses write to disk sedang berjalan.
Write change to disk
Write change to disk
11. Ketik password rootroot merupakan user tertinggi pada OS Linux, kalo di OS Windows disebut administrator.
Root password
Ketik ulang password untuk verifikasi.
Re-enter password
12. Ketik nama user baru, kalo saya.. debian.
Username
Ketik username untuk akun user baru.
Username
13. Ketik password untuk user baru.
Password user
Verifikasi password user yang baru saja dibuat.
Re-enter password
14. Scan another CD or DVD, pilih No.
Scan CD or DVD
15. Participate in the package usage survey?, ini optional. Pilih yes atau no tidak masalah, saya sudah mencoba memilih keduanya tetapi tak ada efek samping-nya :D
Participate package survey
16. Debian 5 dapat dijalankan dengan GUI ataupun CLI, namun disini dengan CLI karena nantinya kita akan me-nyetting beberapa server dengan CLI. Keuntungan CLI, tidak memakan banyak memory karena berbasis teks. Untuk itu kita hapus tanda (*) pada Desktop environment dengan menekan tombol spasi. Biarkan tanda (*) pada Standard system karena kita akan menjalankan Debian dengan sistem standar alias CLI. Kemudian Continue.
Install software
17. GRUB, GRand Unified Boot Loader merupakan program bawaan OS Linux yang akan berjalan pada saat komputer booting dan berfungsi untuk memilih OS pada komputer bila terdapat lebih dari satu OS. Bila hanya terdapat satu OS(Linux), program tersebut akan menampilkan pilihan untuk masuk OS dengan safe mode(contoh:ubuntu) atau single-user(contoh:debian).
Pilih yes.
GRUB
18. Instalasi selesai, pilih Continue untuk restart.
Restart
19. Setelah restart dan mulai booting, GRUB mulai berjalan. Tekan enter untuk masuk ke OS debian.
Debian
20. Debian 5 sudah ter-install
Debian

Read More ->>
Strip kode cbox sobat

close

twitter

About

Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Ads 468x60px

Social Icons

Featured Posts